Tempati Urutan ke-11, Quartararo Keluhkan Masalah pada YZR-M1
- davidvibra29
- 6 Mar 2022
- 2 menit membaca

Bagi juara dunia MotoGP 2021 Fabio Quartararo, sejauh ini musim 2022 belum berpihak padanya. Setelah berada di urutan ke-11 dan terlempar dari 10 besar dalam catatan waktu gabungan dari tiga sesi latihan bebas, Quartararo harus berjuang lebih dulu di sesi kualifikasi pertama.
Di sesi tersebut, pembalap Prancis itu nyaris gagal lolos ke sesi kualifikasi kedua. Beruntungnya El Diablo tertolong oleh rekan senegaranya Johann Zarco setelah catatan waktu Zarco dibatalkan karena bendera kuning berkibar.
āKami baru saja melewatkan sesuatu di kualifikasi, tapi saya tidak tahu persis apa. Saya selalu memberikan 100 persen, tapi itu sulit. Saya hanya tidak senang dengan putaran kualifikasi saya, bahkan jika saya melakukan yang terbaik, tidak ada lagi yang bisa dikatakan tentang itu," keluh pembalap Yamaha tersebut, dilansir dari PaddockGP.

Pada akhirnya, Quartararo terpaut +0,624 detik dari Jorge Martin, dengan catatan waktunya 1:53.635 menit itu sang juara dunia akan mengawali balapan di grid ke-11.
Tahun lalu Quartararo telah merebut kemenangan di GP Doha, namun kali ini dia memiliki tugas yang sulit pada hari Minggu jika dia ingin mengulangi kesuksesan di tahun lalu.
āSaya hanyalah pembalap motor yang memberikan segalanya. Tentu saja saya berharap lebih banyak untuk Qatar. Bahkan jika itu tidak cukup untuk satu putaran cepat, saya masih memiliki kecepatan yang baik," katanya.

āSatu-satunya strategi saya untuk balapan adalah memberikan segalanya dan mendorong sekeras mungkin. Itulah satu-satunya cara bagi saya,ā kata Quartararo.
Tetapi dia juga menekankan: "Saya harus mendorong keras untuk maju, tetapi pada saat yang sama saya juga harus memperhatikan keausan ban, jadi itu tidak akan mudah,ā keluh pembalap asal Prancis itu.
āSaya masih memiliki masalah dengan cengkeraman di ban belakang, kami tidak memiliki traksi dan oleh karena itu tidak ada tenaga ketika motor keluar dari tikungan. Motornya banyak bergerak, saya sering merasa inilah batasnya. Kami harus bekerja untuk itu,ā tutupnya.




Komentar